BloSerDa

(BLOg SERba aDA)

LAYANAN PENEMPATAN DAN PENYALURAN


Dari buku Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling oleh Akhmad Sudrajat

Indiiviidu sering mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan, sehingga tidak sedikit individu yang bakat, kemampuan, minat,  dan hobiinya tidak tersalurkan dengan baik. Individu seperti itu tidak mencapai perkembangan secara optimal. Mereka memerlukann bantuan atau bimbingan dari orang – orang dewasa, terutama konselor, dalam menyalurkan potensi dan mengembangkan dirinya.

1.   Penempatan dan Pelayanan Siswa Disekolah

 
Penempatan dan penyaluran sisiwa siswa disekolah dapat berupa

  • Penempatan siswa didalam kelas
  • Penempatan dan penyaluran kedalam kelompok – kelompok belajar
  • Kedalam kegiatan ko/ektrakulikuler
  • Kedalam jurusan/program studi yang sesuai

1.   Layanan ppenempatan didalam kelas

Layanan penempatan didalam kelas merupakan layanan yang paling sederhana dan mudah dibandingkan layanan penenmpatan penyaluran yang lainya. Naun demikian, penyelenggaranya tidak boleh diabaikan. Penempatan masimg – masing anak secara tepat akan membawa keuntungan :

  1. Bagi siswa yang bersangkutan yaitu memberikan penyesuaian dan pememliharaan terhadap kondisi individual siswa. ( kondisi fisik, mental, dan social)
  2. Bagi guru, khususnya dalam kaitanya dengan pengolahan kelas, dengan penempatan yang tepat mmenjadi lebih mudah menggerakan dan mengembangkan semangat belajar siswa.

Kedua keuntungan diatas pada akhirnya bermuara pada pemberian kemudahan bagi pengembangan anak secara optimal esuai dengan tahap perkembangan masing – masing.

2.   Penenmpatan dan Penyaluran ke Dalam Kelompok Belajar

 

Pembentukan kelompok belajar mempunyai dua kelompok :

  1. Untuk memberikan kesempatan bagi siswa untuk maju sesuai dengan kemampuanya masing – masing.

Tujuan ini biasanya diterapkan Dallam pelaksanaan proses belajar yang menggunakan system maju berkelanjutan.

  1. Untuk wadah belajar bersama. Berbeda dengan cara pengelompkan  pertama, dalam engelompokan ini dilakukan tidak menurut kemampuan siswa, melainkan dilakukan sedemikian rupa sehinga didalam suatu kelompok belajar akan terdapat siswa – sisw yang kemampuanya pandai, sedang dan kurang. Atau dapat juga dilakukan berdasarkan atas pilihan siswa. Dalam hal ini, para siswa bebas memilih teman –teman sekelas yang paling disukainya untuk menjai teman belajar.

3.   Penempatan dan Penyaluran dalam Kegiatan Ko/Ekstarkurikuler

 

Kegiatan ko/ekstrakurikuker merupakan bagian dari kurikulum. Sebagaimana dengan kegiatan – kegiatan lain. Kegiatan inipun dapat menjadi wadah belajar bagi siswa. Ia menempati tingkat kepentingan yang setara dengan kegiatan – kegiatan akademik lainya walaupun siifatnya berlainan. Tetapi sangt disayangkan kegiatan ini masih dianggap sebagai “hiasan” tambahan, sebagai kegiatan yang tidak begitu menentukan perkembangan siswa.

Salah satu cirri yang menonjol dari kegiatan ko/ekstrakurikuler adalah keanekaragamanya, mulai dari memasak sampai music, dari pengumpilan prangko sampai permainana hoki, hampir semuaminat remaja dapat digunakan sebagai dari kegiatan ko/ekstrakurikuler. Banyak kebuutuhan siswa yang dapat dilayani melalui kegiatan ini

Pada kenyataanya sebagian siswa enggan ikut serta dalam kegiatan – kegitan ko/ekstrakurikulr, sering keengganan mereka itu disebabkan mereka tidak memiliki kemampuan yang memadai. Penenmpatan alam kegiatan ko/ekstarakurikuler yang tepat dapat membantu siswa – siswa itu memperoleh pemahaman yang diperlukanya untuk dapat ikut serta dalamm kegiatan – kegiatan itu secara efektif.

4.   Penempatan dan Pelayanan ke Jurusan/Program Studi

 

Setiap awal tahun ajaran, banyak siswa SMA yang mengalami masalah “ jurusan/program studi apa yang harus saya ikuti ?” sebagian siswa dapat merencanakan atau menentukan sendiri jurusan atau program studi apa yang akan diambilnya. Mereka menyiapakan diri sebaik – baiknya. Namun banyak juga siswa yang tidak bisa membuat rencanaya secara realistis. Mereka membuat rencana hanya berdasarkan atas kemauan dan keinginan, tiak enyesuaikan dengan bakat dan kemampuan yang dimilikinya, atau bahkan ada siswa siswa yang tidak mampu embuat rencana samasekali. Terhadap siswa – siswa yang seperti ini perlu diberikan bantuan agar mereka dapat embuat rencana – rencana dan mengambil kepusan secara bijaksana.

Usaha pemberian bantuan seperti yang dimaksud diatas diawali dengan memberikan informais pendidikan dan jabatan yang cukup luas. Informasi itu, sebagaimana telah digambarkan terlebih dahulu, hendaknya dapat mengarahkan siswa untuk memahami tujuan, isi (kurikulum) sifat, syarat –syarat memasuki program studi tertentu, cara dan keterampilan belajar, kesempatan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan,dan kesempatan – kesempatan kerja setelah tamat dari setiap program/program studi. Selanjutnya, bagi siswa – siswa yang memerlukan dapat diadakan konsultasi pribadi atau konseling perseorangan.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: